Minggu, 21 Juli 2019

Deteksi Dini Penyalahgunaan NAPZA

DETEKSI DINI PENYALAHGUNAAN NAPZA
Deteksi dini penyalahgunaan NAPZA bukanlah hal yang mudah, tapi sangat penting artinya untuk mencegah berlanjutnya masalah tersebut. Beberapa keadaan yang patut dikenali atau diwaspadai adalah:
A.    KELOMPOK RISIKO TINGGI
Kelompok Risiko Tinggi adalah orang yang belum menjadi pemakai atau terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA tetapi mempunyai risiko untuk terlibat hal tersebut, mereka disebut juga Potential User (calon pemakai, golongan rentan).
Seseorang dengan ciri-ciri kelompok risiko tinggi mempunyai potensi lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA dibanding dengan yang tidak mempunyai ciri kelompok risiko tinggi.
Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.      ANAK:
Ciri-ciri pada anak yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA antara lain anak yang:
·         Sulit memusatkan pada suatu kegiatan (tidak tekun)
·         Sering sakit
·         Mudah kecewa
·         Mudah murung
·         Sudah merokok sejak Sekolah Dasar
·         Agresif dan destruktif
·         Sering berbohong, mencuri atau melawan tata tertib
·         Mempunyai IQ taraf perbatasan (IQ 70-90)
2.      REMAJA:
Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA adalah:
·         Mempunyai rasa rendah diri, kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negative
·         Mempunyai sifat sangat tidak sabar
·         Diliputi rasa sedih (depresi) atau cemas (ansietas)
·         Cenderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi/bahaya
·         Cenderung memberontak
·         Tidak mau mengikuti aturan/tata nilai yang berlaku
·         Kurang taat beragama
·         Berteman dengan penyalahguna NAPZA
·         Motivasi belajar rendah
·         Tidak suka kegiatan ekstrakurikuler
·         Mempunyai hambatan/penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pemalu, sulit bergaul, sering bermasturbasi, suka menyendiri, kurang bergaul dengan lawan jenis)
·         Mudah menjadi bosan, jenuh dan murung
·         Cenderung merusak diri sendiri

3.      KELUARGA
Ciri-ciri keluarga yang mempunyai risiko tinggi, antara lain orang tua yang:
·         Kurang komunikatif dengan anak
·         Terlalu mengatur anak
·         Terlalu menuntut anaknya secara berlebihan agar berprestasi di luar kemampuannya
·         Kurang memberikan perhatian pada anak karena terlalu sibuk
·         Kurang harmonis, sering bertengkar, orang tua berselingkuh atau ayah menikah lagi
·         Tidak memiliki standar norma baik-buruk atau benar-salah yang jelas
·         Menjadi penyalahguna NAPZA

B.     GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA
1.      PERUBAHAN FISIK
Gejala fisik yang terjadi tergantung jenis zat yang digunakan, tapi secara umum dapat digolongkan sebagai berikut:
·         Pada saat menggunakan NAPZA: jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, curiga
·         Bila kelebihan dosis (overdosis): nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit terasa dingin, nafas lambat/berhenti, meninggal (pengguna opiat)
·         Bila sedang ketagihan (putus zat/sakau): mata dan hidung berair, menguap terus menerus, diare, rasa sakit di seluruh tubuh, takut air sehingga malas mandi (pengguna opiat)
·         Pengaruh jangka panjang: penampilan tidak sehat, tidak peduli pada kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan keropos, terdapat bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik).
2.      PERUBAHAN SIKAP DAN PERILAKU
·         Prestasi sekolah menurun, sering tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab
·         Pola tidur berubah, begadang pada malam hari dan sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja
·         Sering bepergian sampai larut malam, kadang tidak pulang tanpa memberi tahu lebih dulu
·         Sering mengurung diri, berlama-lama di kamar mandi, menghindar bertemu dengan anggota lain di rumah
·         Sering mendapat telepon dan didatangi orang tidak dikenal oleh keluarga, kemudian menghilang
·         Sering berbohong dan minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau milik keluarga, mencuri, memeras, terlibat tindak kekerasan atau berurusan dengan polisi
·         Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, marah, kasar, sikap bermusuhan, pencuriga, tertutup dan penuh rahasia

C.     PERALATAN YANG DIGUNAKAN
Ada beberapa peralatan yang dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang mempunyai kebiasaan menggunakan jenis NAPZA tertentu. Misalnya pada pengguna Heroin, pada dirinya, dalam kamarnya, tasnya atau laci meja terdapat antara lain:
·         Jarum suntik insulin ukuran 1 ml, kadang-kadang dibuang pada saluran air di kamar mandi
·         Botol air mineral bekas yang berlubang di dindingnya
·         Sedotan minuman dari plastic
·         Gulungan uang kertas untuk menyedot heroin atau kokain
·         Kertas timah bekas bungkus rokok atau permen karet, untuk tempat heroin dibakar
·         Kartu telepon, untuk memilah bubuk heroin
·         Botol-botol kecil sebesar jempol dengan pipa pada dindingnya

DAFTAR PUSTAKA:
Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Penyuluhan Masalah Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA). Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Medik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar