Bila
orang tua mengetahui anaknya menggunakan NAPZA, harus berusaha tetap tenang.
Panik, bingung, marah, kecewa tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan
menjauhkan anak dari orang tua dan anak menjadi tertutup terhadap orang tua.
Hal ini akan menambah beratnya masalah yang dihadapi oleh anak.
Bila
anak memberitahukan sendiri kepada orangtuanya bahwa ia menggunakan NAPZA,
maka:
·
Orang tua harus bersyukur bahwa itu
pertanda bahwa orangtua mempunyai hubungan yang baik dengan anaknya sehingga
anak berani berterus terang
·
Sikap jujur dan terbuka anak itu perlu
dihargai oleh orangtua
·
Orangtua menyatakan bahwa mereka
prihatin dengan apa yang dialami oleh anaknya, merasa sedih dan kecewa, tetapi
siap membantu mencari jalan keluar bersama dan mendorong anak untuk berobat dan
berkonsultasi
Bila
orangtua mengetahui anaknya menggunakan NAPZA dari orang lain, maka:
·
Berusahalah agar tetap tenang dan
ucapkan terima kasih kepada orang yang memberitahu
·
Carilah waktu yang tepat untuk
menanyakan kebenarannya bahwa anak menggunakan NAPZA
·
Orangtua sebaiknya berdua yaitu, ayah
dan ibu, masing-masing sedang dalam keadaan tenang dan tidak terdesak waktu
sehingga tidak perlu bicara tergesa-gesa
·
Anak sebaiknya sedang tidak di bawah
pengaruh efek langsung NAPZA (sedang teler atau sakau)
·
Pembicaraan bersifat dari hati ke hati,
jangan menginterogasi, marah, memojokkan, mengumpat dan sebagainya
·
Orangtua menanyakan apa sebabnya anak
menggunakan NAPZA, dan menyatakan perasaan sedih, prihatin, kecewa dan kuatir:
¾
Kalau alasannya hanya ingin mencoba,
orangtua menyatakan bahwa sudah saatnya anak berhenti mencoba
¾
Kalau karena pengaruh teman, orangtua
menganjurkan kepada anak untuk mempunyai pendirian sendiri, bersahabat tidak
perlu harus mengikuti semua apa yang dilakukan oleh seorang sahabat,
lebih-lebih bila itu merugikan diri sendiri
¾
Kalau merasa tidak mampu melawan desakan
teman, sebaiknya hindari teman itu dan cari teman lain
¾
Bila anak menggunakan NAPZA karena
kecewa, beritahu bahwa rasa kecewa tidak akan hilang dengan menggunakan NAPZA
malah menambah permasalahan. Setiap orang pasti pernah dikecewakan orang lain
pada suatu saat, bukan hanya dirinya, ia bukan satu-satunya orang yang paling
menderita di dunia
¾
Bila rasa kecewa karena sikap orangtua,
sebaiknya orangtua mulai bertanya terhadap diri sendiri, apa kekurangannya,
apakah yang diberikan oleh orangtua sesuai dengan kebutuhan anak. Orangtua
memberikan kebebasan, mungkin yang dibutuhkan anak adalah perhatian. Orangtua
melimpahi materi, tetapi mungkin anak lebih butuh kasih sayang
¾
Hindari saling menyalahkan antara suami
dan istri. Orangtua memberi kepada saudara-saudara pengguna NAPZA yang suduh
cukup besar dan mengerti persoalan, serta ajak mereka supaya bersikap mendukung
proses pemulihan
¾ Orangtua
membujuk dan mengajak anak untuk berkonsultasi atau berobat ke dokter langganan
keluarga, psikiater, atau dokter pilihan anak sendiri, atau ke psikolog. Bila
perlu dirawat di RS atau perlu tinggal di panti rehabilitasi, atau dipindahkan
ke kota lain. Sebaiknya bukan dengan paksaan dan karena itu beri peringatan
bahwa semuanya itu untuk kebaikan anak, bukan untuk membuang anak melainkan
menjauhkan dari kawan-kawan yang juga pengguna NAPZA.
Kawan (bukan pengguna NAPZA)
Seorang
kawan, dapat membantu penderita untuk berhenti menggunakan NAPZA. Akan tetapi
seorang kawan harus yakin terlebih dulu bahwa dirinya tidak tertarik dan tidak
bakal terpengaruh untuk menggunakan NAPZA. Bila ia tidak yakin untuk tidak
terpengaruh, sebaiknya ia menghindari kawan yang menggunakan NAPZA.
Jangan
mengejek, mentertawakan, mengolok-olok dan bersikap sinis kepada pengguna
NAPZA. Sebaliknya dekatilah, bicara dari hati ke hati sehingga ia bisa
mengungkapkan masalah yang ia hadapi. Seorang kawan dapat menjadi tempat
berkeluh kesah, memberi nasehat agar ia mau berterus terang kepada orangtuanya
dan membujuk agar ia mau berkonsultasi atau berobat ke dokter. Ia dapat diajak
mengikuti berbagai kegiatan positif.
Sekolah/Guru
Guru
sebaiknya bersikap sama seperti orangtua yang telah diuraikan di atas. Beri
kesempatan anak didik untuk berhenti menggunakan NAPZA. Kerjasama antara guru
dengan orangtua atau wali kelas sangat dibutuhkan. Guru memberitahu segala
konsekuensinya bila ia tidak berhenti menggunakan NAPZA, termasuk diskors atau
dikeluarkan dari sekolah. Hendaknya guru dapat memegang rahasia siswa agar
mereka tidak ragu menceritakan keadaan dirinya, termasuk segi negatif.
Masyarakat
Sebagai
anggota masyarakat dalam lingkungan RT/RW atau lingkungan sosial lainnya, bila
mengetahui seorang anak menggunakan NAPZA, sebaiknya tidak mengejek,
memojokkan, membuang muka, mencibirkan, bersikap sinis apalagi memukul dan
menganiaya. Carilah waktu yang tepat untuk bersama-sama tetangga lain yang
prihatin tentang masalah ini, ditemani ketua RT atau RW bertandang ke rumah
menemui orangtuanya dan memberitahu secara hati-hati dan bijaksana dan tidak
mudah menuduh atau bersikap sinis. Ada kemungkinan orangtuanya sudah
mengetahuinya. Bila demikian, katakanlah bahwa warga akan membantu
mengatasinya.
Bila
orangtuanya belum mengetahui anaknya menggunakan NAPZA, maka ada 3 kemungkinan
reaksi orangtua:
· Pertama mungkin orangtuanya tidak
percaya, merasa tersinggung dan marah. Bila demikian, jangan ikut tersinggung,
katakanlah bahwa kunjungan ini hanya bermaksud mau membantu keluarga tersebut.
·
Kedua, mungkin orangtuanya sangat
menghargai kunjungan ini. Bila demikian nyatakan bahwa ikut prihatin dan siap
membantu
·
Ketiga, mungkin orangtuanya panik, malu,
marah terhadap anaknya. Bila demikian tenangkanlah, nyatakan ikut prihatin, dan
siap membantu bila perlu bantuan dalam batas kemampuan
DAFTAR
PUSTAKA:
Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Penyuluhan Masalah Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA). Jakarta: Direktorat Jenderal
Pelayanan Medik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar