Minggu, 21 Juli 2019

Peran Orang Tua dan Masyarakat terkait kasus NAPZA

Bila orang tua mengetahui anaknya menggunakan NAPZA, harus berusaha tetap tenang. Panik, bingung, marah, kecewa tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menjauhkan anak dari orang tua dan anak menjadi tertutup terhadap orang tua. Hal ini akan menambah beratnya masalah yang dihadapi oleh anak.
Bila anak memberitahukan sendiri kepada orangtuanya bahwa ia menggunakan NAPZA, maka:
·         Orang tua harus bersyukur bahwa itu pertanda bahwa orangtua mempunyai hubungan yang baik dengan anaknya sehingga anak berani berterus terang
·         Sikap jujur dan terbuka anak itu perlu dihargai oleh orangtua
·         Orangtua menyatakan bahwa mereka prihatin dengan apa yang dialami oleh anaknya, merasa sedih dan kecewa, tetapi siap membantu mencari jalan keluar bersama dan mendorong anak untuk berobat dan berkonsultasi
Bila orangtua mengetahui anaknya menggunakan NAPZA dari orang lain, maka:
·         Berusahalah agar tetap tenang dan ucapkan terima kasih kepada orang yang memberitahu
·         Carilah waktu yang tepat untuk menanyakan kebenarannya bahwa anak menggunakan NAPZA
·         Orangtua sebaiknya berdua yaitu, ayah dan ibu, masing-masing sedang dalam keadaan tenang dan tidak terdesak waktu sehingga tidak perlu bicara tergesa-gesa
·         Anak sebaiknya sedang tidak di bawah pengaruh efek langsung NAPZA (sedang teler atau sakau)
·         Pembicaraan bersifat dari hati ke hati, jangan menginterogasi, marah, memojokkan, mengumpat dan sebagainya
·         Orangtua menanyakan apa sebabnya anak menggunakan NAPZA, dan menyatakan perasaan sedih, prihatin, kecewa dan kuatir:
¾    Kalau alasannya hanya ingin mencoba, orangtua menyatakan bahwa sudah saatnya anak berhenti mencoba
¾    Kalau karena pengaruh teman, orangtua menganjurkan kepada anak untuk mempunyai pendirian sendiri, bersahabat tidak perlu harus mengikuti semua apa yang dilakukan oleh seorang sahabat, lebih-lebih bila itu merugikan diri sendiri
¾    Kalau merasa tidak mampu melawan desakan teman, sebaiknya hindari teman itu dan cari teman lain
¾    Bila anak menggunakan NAPZA karena kecewa, beritahu bahwa rasa kecewa tidak akan hilang dengan menggunakan NAPZA malah menambah permasalahan. Setiap orang pasti pernah dikecewakan orang lain pada suatu saat, bukan hanya dirinya, ia bukan satu-satunya orang yang paling menderita di dunia
¾    Bila rasa kecewa karena sikap orangtua, sebaiknya orangtua mulai bertanya terhadap diri sendiri, apa kekurangannya, apakah yang diberikan oleh orangtua sesuai dengan kebutuhan anak. Orangtua memberikan kebebasan, mungkin yang dibutuhkan anak adalah perhatian. Orangtua melimpahi materi, tetapi mungkin anak lebih butuh kasih sayang
¾    Hindari saling menyalahkan antara suami dan istri. Orangtua memberi kepada saudara-saudara pengguna NAPZA yang suduh cukup besar dan mengerti persoalan, serta ajak mereka supaya bersikap mendukung proses pemulihan
¾    Orangtua membujuk dan mengajak anak untuk berkonsultasi atau berobat ke dokter langganan keluarga, psikiater, atau dokter pilihan anak sendiri, atau ke psikolog. Bila perlu dirawat di RS atau perlu tinggal di panti rehabilitasi, atau dipindahkan ke kota lain. Sebaiknya bukan dengan paksaan dan karena itu beri peringatan bahwa semuanya itu untuk kebaikan anak, bukan untuk membuang anak melainkan menjauhkan dari kawan-kawan yang juga pengguna NAPZA.
Kawan (bukan pengguna NAPZA)
Seorang kawan, dapat membantu penderita untuk berhenti menggunakan NAPZA. Akan tetapi seorang kawan harus yakin terlebih dulu bahwa dirinya tidak tertarik dan tidak bakal terpengaruh untuk menggunakan NAPZA. Bila ia tidak yakin untuk tidak terpengaruh, sebaiknya ia menghindari kawan yang menggunakan NAPZA.
Jangan mengejek, mentertawakan, mengolok-olok dan bersikap sinis kepada pengguna NAPZA. Sebaliknya dekatilah, bicara dari hati ke hati sehingga ia bisa mengungkapkan masalah yang ia hadapi. Seorang kawan dapat menjadi tempat berkeluh kesah, memberi nasehat agar ia mau berterus terang kepada orangtuanya dan membujuk agar ia mau berkonsultasi atau berobat ke dokter. Ia dapat diajak mengikuti berbagai kegiatan positif.
Sekolah/Guru
Guru sebaiknya bersikap sama seperti orangtua yang telah diuraikan di atas. Beri kesempatan anak didik untuk berhenti menggunakan NAPZA. Kerjasama antara guru dengan orangtua atau wali kelas sangat dibutuhkan. Guru memberitahu segala konsekuensinya bila ia tidak berhenti menggunakan NAPZA, termasuk diskors atau dikeluarkan dari sekolah. Hendaknya guru dapat memegang rahasia siswa agar mereka tidak ragu menceritakan keadaan dirinya, termasuk segi negatif.
Masyarakat
Sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan RT/RW atau lingkungan sosial lainnya, bila mengetahui seorang anak menggunakan NAPZA, sebaiknya tidak mengejek, memojokkan, membuang muka, mencibirkan, bersikap sinis apalagi memukul dan menganiaya. Carilah waktu yang tepat untuk bersama-sama tetangga lain yang prihatin tentang masalah ini, ditemani ketua RT atau RW bertandang ke rumah menemui orangtuanya dan memberitahu secara hati-hati dan bijaksana dan tidak mudah menuduh atau bersikap sinis. Ada kemungkinan orangtuanya sudah mengetahuinya. Bila demikian, katakanlah bahwa warga akan membantu mengatasinya.
Bila orangtuanya belum mengetahui anaknya menggunakan NAPZA, maka ada 3 kemungkinan reaksi orangtua:
·        Pertama mungkin orangtuanya tidak percaya, merasa tersinggung dan marah. Bila demikian, jangan ikut tersinggung, katakanlah bahwa kunjungan ini hanya bermaksud mau membantu keluarga tersebut.
·         Kedua, mungkin orangtuanya sangat menghargai kunjungan ini. Bila demikian nyatakan bahwa ikut prihatin dan siap membantu
·         Ketiga, mungkin orangtuanya panik, malu, marah terhadap anaknya. Bila demikian tenangkanlah, nyatakan ikut prihatin, dan siap membantu bila perlu bantuan dalam batas kemampuan

DAFTAR PUSTAKA:
Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Penyuluhan Masalah Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA). Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Medik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar