A. Tinjauan
Teori Motivasi Belajar
1.
Pengertian
motivasi
belajar
Menurut Mc. Donald yang di kutip oleh
Sardiman (2003: 198), motivasi
adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya
“feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari
pengertian yang dikemukakan Mc. Donald ini mengandung tiga elemen
penting yaitu; (1) bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi
pada diri setiap individu
manusia,
(2) motivasi ditandai dengan munculnya rasa dan afeksi seseorang, (3) motivasi
akan dirangsang karena adanya tujuan.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat
disimpulkan bahwa motivasi
adalah
sesuatu yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan dalam diri individu yang
mempengaruhi gejala kejiwaan, perasaan, dan emosi untuk melakukan sesuatu
yang didorong oleh adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.
Menurut Thursan Hakim yang dikutip
Winastwan Gora dan Sunarto
(2010 : 16), belajar adalah suatu proses perubahan perubahan didalam manusia,
ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitan dan kuantitas tingkah laku
seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan,
pemahaman, keterampilan, daya pikir dan lain-lain. Jadi dalam kegiatan
belajar terjadinya adanya suatu usaha yang menghasilkan
perubahan-perubahan itu dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
Hal ini juga dikemukakan oleh Dimyati Mahmud (1989 : 121-122) yang menyatakan
bahwa belajar adalah suatu
perubahan
tingkah laku baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara
langsung dan terjadi dalam diri seseorang karena pengalaman.
Dari beberapa pendapat di atas dapat di
simpulkan, belajar dapat
diartikan
sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan
yang relatif menetap dalam tingkah laku baik yang dapat diamati
maupun yang tidak dapat diamati secara langsung dan terjadi sebagai
suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
2.
Ciri-ciri motivasi belajar
Motivasi yang ada pada diri anak sangat
penting dalam kegiatan belajar.
Ada tidaknya motivasi seseorang individu untuk belajar sangat berpengaruh dalam
proses aktivitas belajar itu sendiri. Seperti dikemukakan oleh
Sardiman AM (2003 : 83) motivasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Tekun menghadapi tugas
(dapat bekerja terus menerus dalam
waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum
selesai).
b.
Ulet menghadapi
kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk
berprestasi sebaik mungkin
(tidak
cepat puas dengan prestasi yang telah dicapai).
c.
Mewujudkan minat
terhadap bermacam-macam masalah untuk orang dewasa. (misalnya
masalah pembangunan, agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan
korupsi, penentangan terhadap setiap tindak kriminal, amoral dan
sebagainya).
d.
Lebih senang bekerja
mandiri
e.
Cepat bosan pada
tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang
begitu saja, sehingga kurang kreatif).
f.
Dapat mempertahankan
pendapatnya (kalau sudah yakin akan
sesuatu)
g.
Tidak mudah melepaskan
hal yang diyakini itu
h.
Senang mencari dan
memecahkan masalah soal-soal
Jika ciri-ciri tersebut terdapat pada
seorang anak berarti anak
tersebut
memiliki motivasi belajar yang cukup kuat yang dibutuhkan dalam aktifitas
belajarnya. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa anak yang
memiliki motivasi tinggi dalam belajar akan menunjukkan hal-hal
sebagai berikut:
a.
Keinginan mendalami
materi
b.
Ketekunan dalam
mengerjakan tugas
c.
Keinginan berprestasi
d.
Keinginan untuk maju
3.
Jenis-jenis motivasi belajar
Sri Hapsari (2005 : 74) membagi motivasi
membagi dua jenis yaitu motivasi
instrinsik dan motivasi ekstrinsik dengan mendefinisikan kedua jenis motivasi itu
sebagai berikut yaitu Motivasi instrinsik adalah bentuk dorongan belajar yang
datang dari dalam diri seseorang dan tidak perlu rangsangan dari luar.
Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah dorongan belajar yang datangnya
dari luar diri seseorang.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan
bahwa motivasi terdiri dari
dua macam yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Berkenaan dengan
kegiatan belajar motivasi instrinsik mempunyai sifat yang lebih penting
karena daya penggerak yang mendorong seseorang dalam belajar dari pada
motivasi ekstrinsik. Keinginan dan usaha belajar atas dasar inisiatif
dirinya sendiri akan membuahkan hasil belajar yang maksimal, sedang
motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang mendorong belajar itu timbul dari
luar dirinya. Apabila keinginan untuk belajarhanya dilandasi oleh dorongan dari
luar dirinya maka keinginan untuk
belajar
tersebut akan mudah hilang.
a.
Motivasi Intrinsik
Menurut
Singgih (2008 : 50), motivasi intrinsik merupakan dorongan yang kuat
berasal dari dalam diri seseorang. Sedangkan John W Santrock (2003 :
476) mengatakan motivasi intrinsik adalah keinginan dari dalam diri seseorang
untuk menjadi konpeten, dan
melakukan
sesuatu demi usaha itu sendiri. Thursan (2008 : 28) mengemukakan motif
intrinsik adalah motif yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu
kegiatan.
Dari
beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan motivasi intrinsik
adalah motivasi yang kuat berasal dari dalam diri individu tanpa adanya
pengaruh dari luar yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu
kegiatan. Semakin kuat motivasi intrinsik yang dimiliki, semakin memperlihatkan tingkah
laku yang kuat untuk
mencapai tujuan (Singgih, 2008 : 50).
Menurut
Sri Hapsari (2005 : 74) motivasi Intrinsik pada umumnya terkait dengan
bakat dan faktor intelegensi dalam diri anak. Motivasi intrinsik dapat muncul
sebagai suatu karakter yang
telah
ada sejak seseorang dilahirkan, sehingga motifasi tersebut merupakan bagian dari
sifat yang didorong oleh faktor endogen, faktor dunia dalam, dan sesuatu bawaan
(Singgih, 2008 : 50),
Menurut
Thursam (2008 : 29), seorang anak yang memiliki motivasi intrinsik akan
aktif belajar sendiri tanpa disuruh guru maupun orang tua. Motivasi intrinsik
yang dimiliki anak dalam
belajar
akan lebik kuat lagi apa bila memiliki motivasi eksrtrinsik.
a.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi intrinsik
Menurut
Sri Hapsari (2005 : 74) faktor yang
mempengaruhi
motivasi intrinsik pada umumnya terkait dengan faktor intelegensi dan
bakat dalam diri anak. Sri Esti
berpendapat,
bahwa motivasi intrinsik dipengaruhi oleh faktor pribadi seperti
kepuasan.
Singgih
(2008 : 50-51), mengemukakan bahwa motivasi intrinsik dipengaruhi
oleh faktor endogen, faktor konstitusi, faktor dunia dalam, sesuatu bawaan,
sesuatu yang telah ada yang
diperoleh
sejak dilahirkan. Selain itu, motivasi intrinsik dapat diperoleh dari proses
belajar. Seseoran yang meniru tingkah orang lain, yang menghasilkan sesuatu
yang menyenangkan secara
bertahap, maka dari proses tersebut terjadi proses internalisasi dari
tingkah laku yang ditiru tersebut sehingga menjadi kepribadian
dari dirinya.
Dari
berbagai pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang
mempengaruhi motivasi intrinsik antara lain :
a)
keinginan diri
b)
kepuasan
c)
kebiasaan baik
d)
kesadaran
b.
Motivasi ekstrinsik
Menurut
Supandi (2011 : 61), motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul
manakala terdapat rangsangan dari luar individu. Menurut Thomas (2010 : 39)
motivasi ekstrinsi adalah
motivasi
penggerak atau pendorong dari luar yang diberikan dari ketidak mampuan
individu sendiri. Menurut Jhon W Santrock (2003: 476) berpendapat, motivasi
ekstrinsik adalah keinginan mencapai
sesuatu
dengan tujuan untuk mendapatkan tujuan eksternal atau mendapat hukuman
eksternal.
John
W Santrock (2003 : 476), motivasi ekstrinsik adalah keinginan untuk
mencapai sesuatu didorong karena ingin mendapatkan penghargaan eksternal atau
menghindari hukuman eksternal.
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk berprestasi yang diberikan oleh
orang lain seperti semangat, pujian dan nasehat guru, orang tua, dan
orang lain yang dicintai.
Dari
berbagai pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi
ektrinsik dipengaruhi atau dirangsang dari luar individu. Faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi ekstrinsik antara lain:
1)
Pujian
2)
Nasehat
3)
Semangat
4)
Hadiah
5)
Hukuman
6)
meniru sesuatu
4.
Fungsi motivasi belajar
Motivasi berhubungan erat dengan suatu
tujuan. Dengan demikian motivasi
dapat mempengaruhi adanya kegiatan. Dalam kaitannya dengan belajar motivasi
merupakan daya penggerak untuk melakukan belajar.
Sardiman AM (2003 : 85), mengemukakan
bahwa motivasi mempunyai
fungsi sebagai berikut:
a.
Mendorong manusia untuk
berbuat. Jadi motivasi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi
motivasi dalam hal ini merupakan
motor penggerak yang akan digerakkan.
b.
Menentukan arah
perbuatan yakni kearah tujuan yang akan dicapai. Jadi motivasi dapat
memberi arah kegiatan yang harus dikerjakan agar sesuai dengan
tujuannya.
c.
Menyeleksi perbuatan
yakni menentukan perbuatan yang harus dikerjakan yang sesuai untuk mencapai
tujuan dengan menyisihkan
perbuatan
yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Ngalim Purwanto (2006 : 70-71) berpendapat bahwa
setiap motif itu
bertalian erat dengan suatu tujuan dan cita-cita. Makin berharga tujuan itu bagi yang
bersangkutan, makin kuat pula motifnya sehingga motif itu sangat
berguna bagi tindakan atau perbuatan seseorang. Guna atau fungsi dari
motif-motif itu adalah:
a.
Motif itu mendorong
manusia untuk berbuat atau bertindak. Motif itu berfungsi sebagai
penggerak atau sebagai motor yang memberikan energi (kekuatan)
kepada seseorang untuk melakukan suatu tugas.
b.
Motif itu menentukan
arah perbuatan.yakni ke arah perwujudan suatu tujuan atau cita-cita. Motivasi
mencegah penyelewengan dari
jalan
yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan itu. Makin jelas tujuan itu, makin jelas
pula terbentang jalan yang harus ditempuh.
c. Motif
menyeleksi perbuatan kita. Artinya menentukan perbuatanperbuatan mana yang harus
dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan itu dengan menyampingkan
perbuatan yang tak bermanfaat
bagi
tujuan itu.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya fungsi motivasi dalam belajar adalah sebagai pendorong dan pengarah anak pada aktifitas mereka dalam pencapaian tujuan belajar.
Sumber:
Sardiman, AM. 2003. Interaksi dan Motivasi
Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada
Winastwan, Gora dan Sunarto.2010. Pakematik Strategy Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK. Jakarta: Elex Media Komputindo
Dimyanti, Mahmud. 1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud
Santrock, John
W. 2010. Andalah Para Orangtua Motivator
Terbaik Bagi Remaja. Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo
Sardiman, AM. 2003. Interaksi dan Motivasi
Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada
Singgih,
D. Gunarsa. 2008. Psikologi Anak:Psikologi Perkembangan Anak
dan Remaja. Jakarta: PT.
BPK Gunung Mulia
Sri, Hapsari. 2005. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT.
Remaja Rosdakarya